Untuk Para Pementor “Pengubah Dunia”

Ada sedikit kata-kata dari sebuah buku berjudul ” Bagaimana Menyentuh Hati” karya Abbas As-Siisiy, yang udah punya dan baca bukunya, hanya sekedar saling mengingatkan. CMIIW

“Tatkala Anda ingin memikat hati mad’u, Anda harus ingat bahwa Anda adalah seorang da’i, bukan seorang ulama atua fuqaha. Tatkala Anda berda’wah, Anda harus ingat bahwa Anda sedang memberikan hadiah kepada orang lain, maka Anda harus memeprtimbangkan hadiah apa yang sekiranya pantas diberikan dan bagaimana cara memberikannya.

Permasalahan yang menghadang seorang da’i di tengah medan da’wah adalah permasalahan yang muncul dari dirinya, padahal orang yang tidak memiliki sesuatu tidak akan bisa memberikan sesuatu tersebut. Seseorang yang tidak memiliki kunci, maka sulit baginya untuk masuk. Manusia yang hatinya terkunci sehingga sulit dimasuki oleh da’wah, bagaikan brankas besar yang sebenarnya dapat dibuka hanya dengan kunci yang kecil. Demikianlah persoalannya, yang sesungguhnya kembali pada diri sang da’i itu sendiri, yakni yang menyangkut potensi potensi dirinya secara ruhiyah, disamping kecakapannya untuk membuat program, serta ketahanan dalam mewujudkannya.

Jika kita telah paham bahwa setan juga membuat program untuk para pengikutnya dengan langkah-langkah yag bertahap, maka sudah selayaknya seorang da’I juga membuat program dan langkah-langkah dalam mengambil simpati mad’u. Sungguh sangat jauh berbeda antara tujuan setan dengan tujuan orang-orang yang beriman.

“ Dan janganlah kalian berhati lemah dalam mengejar mereka (musuh kalian). Jika kalian menderita kesakitan (kekalahan), maka mereka sesungguhnya juga menderita kekalahan (pula), sebagaimana kalian menderitanya. Sedangkan kalian mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (An-Nisa : 104)

Nah jadi dari tulisan diatas, mungkin kita mulai merasakan kesulitan mengajak para mentee kita untuk datang mentoring, disms ga bales-bales, ditelpon ga diangkat-angkat, atau berbagai rintangan lainnya. Saat kita mengeluh dan merasa bosan, mungkin kita harus mengevaluasi kembali niat kita, untuk apa kita melakukan semua ini. Dan selanjutnya kita evaluasi langkah-langkah yang telah kita lakukan, sudah seoptimal dan sudah semaksimal apa? Mungkin yang mesti kita miliki adalah kunci kecil tadi untuk membuka brangkas yang besar, dan mengikat yang ada didalamnya. Untuk mendapatkan kunci itu bukanlah hal yang bisa ditemukan seenaknya di pinggir jalan apalagi akan turun dari langit secara tiba-tiba. Tapi kunci itu tersimpan di tempat yang rapi, dan hanya orang-orang yang gigih dan berkemauan keras yang bisa mendapatkan kunci itu.

Saya yang menulis disini juga bukanlah orang yang paling tahu, namun kita punya kewajiban untuk saling mengingatkan hal yang baik dan mencegah dari langkah – langkah yang kurang baik. Betul…betul….betul…. ??? jadi sama-sama saling mengingatkan dan memperbaiki ya….^^

Seperti yang telah disampaikan di atas, yang membedakan kita dan setan adalah dari tujuan, karena kita hanya mengharapkan Allah dalam setiap langkah kita.  So jangan mau kita kalah sama setan, betul ga???

Semangat karena Allah,,,!!! kita sama- sama berjuang melakukan yang terbaik, dan Allah akan melihat setiap perjuangan kita dan yakinlah pada janji Allah, bahwa kita akan dibalas dengan kebaikan yang lebih banyak di Jannahnya.

Jazakumullah Khairan Katsiran

Allahu Akbar….!!!

Allahughayatuna…^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s