Berjuang Melahirkan Bintang Dari Gatak

#ASIKNYA LIBURAN

Ini bukan liburan biasa, liburan ini kami belajar memaknai bagaimana arti membangun sebuah masyarakat

MILIS’ers 2009

Nama saya Siti Nurhasanah, Fisika 2009.  Ini cerita liburan saya bersama sahabat-sahabat terbaik di  Muslim Family of Mathematic and Natural Science (MILIS) 2009. Ini bukan liburan biasa, liburan ini kami belajar memaknai bagaimana arti membangun sebuah  masyarakat. Bahwa masyarakat adalah komponen penting dalam membangun sebuah negara yang madani. Sebagai seorang mahasiswa yang disubsidi rakyat untuk bisa kuliah, kami malu, ya sangaaat malu jika tidak bisa memberi manfaat untuk sekitar kami. Kami diajarkan Nabi Muhammad saw bahwa manusia terbaik adalah manusia yang paling banyak memberi manfaat untuk orang lain. Dan menjadi kewajiban pula bagi seorang manusia untuk bisa mengajak orang lain dari sebuah “kegelapan” menuju “cahaya”.

TPB 2009

Cerita dimulai ketika kami masih masa TPB (Tahap Persiapan Bersama), awalnya kami merencanakan acara kekeluargaan untuk acara internal organisasi kami tersebut.  Namun beberapa kendala yang menghadang, mulai dari kesibukan akademik, kesibukan organisasi, praktikum, acara keluarga, dll. Sehingga acara internal itupun selalu gagal dilakukan.

Akhir Kuliah Semester 4, Mei 2011

Setelah melewati masa – masa ujian prodi yang berat akhirnya pikiran kami pun bisa dipenuhi dengan rencana-rencana liburan. LIBURAAAANNN !!!!! Horeeeeeee !!!!

Teringat acara internal yang “gagal maning gagal maning” itu, kami pun memutuskan untuk merencanakan liburan bersama dengan anak anak MILIS.

Berbagai ide pun bermunculan, mulai dari tempat dekat yang masih di sekitar bandung dan ada pula yang mengusulkan tempat wisata di luar bandung. Namun salah seorang dari kami, Iwan, bercerita bahwa keluarga ayahnya tinggal di daerah Gunung Kidul, Yogyakarta. Di daerah tersebut masih bisa dibilang jauh dari kota dan sangat asri, 30 km jauhnya dari pusat kecamatan. Selain  itu, 7 km dari rumah mbahnya tsb ada pantai yang masih asri dan indah, pantai Krakal namanya.

Namun, ada beberapa hal lain yang Iwan ceritakan, kondisi masyarakat bisa dibilang masih jauh dari pemahaman agama islam yang sempurna. Pengajian orangtua jarang diadakan kecuali jika ada acara acara tertentu saja, karena masyarakat disana cukup sibuk untuk berladang atau bertani di siang hari sedangkan malam harinya mereka keletihan dan segera beristirahat. Kondisi remajanya pun masih sulit digerakan untuk acara acara karang taruna atau acara kemasyarakatan lainnya. Taman Pendidikan Alquran (TPA) untuk anak anak pun ada tapi masih belum stabil dan anak-anak di daerah sana sangat membutuhkan bantuan berupa Iqro, Alquran, dan buku buku pengetahuan. Pengajar yang hanya ada satu, dan itupun hanya bisa mengajar di akhir pekan saja.

Belum cukup ini saja, kondisi geografisnya yang kering, sehingga mengalami kesulitan air bersih pada musim kemarau, sehingga saat musim kemarau tiba, masyarakat harus membeli air dari PDAM dengan harga Rp 500.000, 00 untuk satu mobil tangki air. Sedangkan bila musim hujan air diperoleh dengan menadah air hujan dan menampungnya dalam bak-bak besar penampung air. Angkutan umum juga sulit diperoleh, angkutan umum hanya ada pada jam jama tertentu, sehingga warga rata-rata memiliki kendaraan sendiri baik itu sepeda atau kendaraan bermotor.

“Ahaa! menarik juga, ini tantangan untuk kita !”

Saya pikir ini bukan ide yang buruk, dan sejak saat itupun tujuan utama kami berubah, bukan sekedar liburan, selain bisa bersilaturahim dan mengenal lebih dekat dengan keluarga Iwan, tapi kami juga bisa memberikan manfaat untuk warga sekitar desa tersebut. asiiiik….. horeeee !

PIFMIPA 09, itulah nama acara kami kali ini. Pejuang Islam FMIPA 09, yaah walau agak gimanaaa gitu namanya, tapi kami memang sedang berjuang, berjuang menegakkan agama Islam dimanapun kami berada.

Liburan akhir semester 4, Juni 2011

Naik bus malam menuju daerah Wonosari, Gunung Kidul saya bersama 8 orang teman lainnya, ada Pipit, Ve, Remar, Haris, Sidik, Ve, Zamzam, dan tentu saja Iwan sebagai tuan rumah. Kami sampai pagi hari sekitar jam 8 di rumah mbahnya Iwan, rumah sederhana bergaya joglo yang menghadap ke selatan dengan alamat rumah no 14 RT01 RW05 Desa Gatak, Gunung Kidul.

Muslim Family of Mathematics and Natural Science

Sesampainya disana, kami beristirahat dan beramah-tamah dengan keluarga Iwan. Hingga pada sore harinya, kami diajak untuk mengajar di TPA selama kurang lebih 2 jam. Kami mengajarkan gerakan-gerakan sholat yang benar, kami membetulkan bacaan alquran anak-anak yang masih berantakan. Bahkan rata-rata anak anak SD belum bisa membaca Alquran, karena rata-rata masih belajar membaca Iqro. Iqro adalah salah satu metode untuk belajar membaca Alquran. Kami juga mengajarkan lagu-lagu anak. Kami senang mereka senang. Hahaaha, senyuman itu, tawa itu….. ahh unforgetable moment. !

Ternyata keesokan harinya kami diberi kesempatan lagi untuk mengajar anak-anak. Yeeaah, kalau dijumlah waktu kami untuk bertemu anak-anak itu berarti hanya 4 jam. Hanya cukup 4 jam untuk membuat kami bersemangat selama satu semester selanjutnya.  Bahwa ilmu yang kami berikan selama 4 jam itu, kami rasa tidaklah cukup untuk menjawab semua kebutuhan anak anak itu. Mereka semangaaaat sekali saat bertemu kami, dan akhirnya kami berjanji untuk datang di semester berikutnya dengan membawa hadiah untuk adik-adik yang sudah lancar membaca Alquran dan memiliki hafalan alquran yang baik.😀

Belajar gerakan sholat bareng teh Ve
Milis 09 berasama adika adik TPA
Pembagian Iqro kepada adik adik

 

Anak-anak TPA Gatak
MILIS 09 bersama anak anak TPA, perkenalan

 

Berfoto di depan masjid

 

Selain bertemu adik adik TPA, kami juga bertemu dengan bapak-bapak dan ibu-ibu disana dalam sebuah pengajian di malam harinya. Salah satu dari kami, Fanni menjadi pengisi ta’lim disana. Dia menceritakan tentang konsep aqidah, yaitu kepercayaan, keyakinan, penyembahan hanya kepada Allah swt.  Dengan beberapa analogi yang mudah dipahami masyarakat awam. Berbicara di depan orang tua yang rata-rata sudah sepuh dalam posisi seorang mahasiswa merupakan kondisi yang cukup menantang, karena jangan sampai orang  tua tersebut merasa digurui oleh anak muda seperti kami. Namun pada akhirnya, saya rasa bapak-bapak dan ibu-ibu cukup mengerti tentang hal yang disampaikan Fanni. Dengan sedikit makanan dan minuman yang kami suguhkan, ditambah senyuman ibu ibu dan bapak bapak yang ramah dan baik hati, semuanya itu menambah kehangatan acara kami bersama masyarakat di malam hari itu. Malam purnama yang tidak bisa saya lupakan setelahnya.

Ta’lim dengan warga
Fanni, menjadi pemateri ta’lim warga

 

Pipit: ” eh, liat deh ke atas, langit malam ini indah ya ! tapi kayaknya bintang bintang di atas itu kurang 9 biji”

Kami: ” heh? maksudnya?”

Pipit: “Iyalah, kan bintangnya lagi pada duduk disini”

Kami: ” -_____-‘ eeeaaaa…….. “

Bintang Ular

Ya itulah harapan kami, menjadi bintang dimanapun kami berada. Bahkan kami ingin mengajak adik-adik TPA tersebut untuk menjadi bintang – bintang lain disini. Menyinari tanpa henti, sampai reaksi di bintang tersebut habis dan tidak ada lagi cahaya yang bisa diemisikan, itu artinya karya kami hanya bisa dihentikan oleh hari saat negara api menyerang, hehe… bukan ding, kebaikan ini hanya bisa berakhir saat kiamat terjadi maksud saya, karena kami berniat ini akan menjadi amal jariyah yang pahalanya tidak akan habis – habis bahkan saat kami sudah meninggal nanti.

Liburan akhir semester 5, Desember 2011

Dan disinilah kami, bulan Desember 2011 kemarin dalam PIFMIPA 09 part II (hehe kayak sinetron ada part II nya🙂 ). Kami kembali sesuai janji kami kepada adik-adik TPA. Suasananya masih sama seperti saat kami datang terakhir kalinya. Kami hanya punya kesempatan mengajar satu hari saja, itupun hanya 2 jam. Sesuai janji kami, kami pun sudah membawa  hadiah yang kami janjikan 6 bulan lalu. Beberapa alat tulis dan gambar, yang kami harap dapat bermanfaat ketika mereka masuk sekolah. Buku buku science untuk anak-anak dan beberapa buku belajar agama islam yang menarik untuk anak-anak.

Kuis Ranking 1 ala MILIS 09
PIFMIPA 09 Part II
Pembagian hadiah untuk adik adik TPA ^^
Kuis Rangking 1 anak-anak TPA
Kincir angin buatan karya sidik🙂

 

Kami beruntung dan bersyukur kali ini, karena kami dipercaya teman-teman kami lebih dari saat pertama kami minta bantuan. Kali ini kami bisa mengumpulkan uang donasi sebesar Rp 800.000, 00 dan puluhan Alquran yang dikumpulkan secara sukarela. Subhanallah….🙂

*terimakasih kepada teman teman yang ikut menyumbangkan wakaf untuk adik adik disana, Jazakumullah khairan katsiran🙂

Ah senyuman anak anak itu membuat hati saya cenat cenut, senyuman yang menyadarkan kami. Kami harus belajar dan bekerja lebih keras sebagai bentuk rasa syukur kami. Saya pernah mengobrol dengan salah seorang tokoh disana, Pa Iyo namanya,  beliau bilang kalau kami harus bersyukur bisa sekolah sampai perguruan tinggi. Anak-anak disini kesulitan untuk sekolah, walaupun sekolah gratis, tapi jarak untuk mencapai sekolah cukup jauh sehingga harus menyiapkan ongkos pula, belum lagi buku buku dan biaya lainnya. Yang paling sulit adalah untuk memotivasi anak-anak disini untuk bisa bersekolah tinggi, karena rata-rata orang tua menuntut agar anaknya segera bekerja dan menghasilkan uang untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Terus bapaknya ngedoain kami semua..

Semoga adek adek mahasiswa ini kuliahnya lancar, cepet lulus, nilainya bagus bagus. Bisa cepet dapat kerjaan di tempat yang  bagus, kan kalau adek adek ini pada berhasil saya juga ikut seneng. Semoga adek adek ini rezekinya dimudahkan.

Aamiin (*Pak, kok do’anya kayak ada yang kurang ya? biasanya satu paket, lulus, kerja, kaya,…. , kurang satu lagi pak….)

#ah ga penting

Pendidikan agama yang kurang pun menjadi perhatian kami selanjutnya. Karena jika seseorang tidak memiliki dasar pemahaman agama yang baik, maka akhlaqnya pun akan berantakan. Hidupnya belum tentu memiliki tujuan hidup yang benar, dan arah hidup tak akan terarah. Pemahaman agama seseorang dimulai dari kepercayaan dan keimanannya terhadap Tuhan, dan itu butuh pembinaan yang kontinu dan bertahap.

Anak-anak adalah potensi besar untuk membangun sebuah masyarakat. Karena untuk membina orang-orang yang sudah tua relative sulit, dikarenakan mereka sudah terlalu sibuk dengan aktifitas masing-masing. Sehingga anak-anaklah yang masih memiliki kesempatan yang besar untuk melakukan suatu perubahan. Mendidik anak-anak juga relative lebih mudah, karena keingintahuan mereka yang masih besar, dan belum terkontaminasi dengan dunia luar atau pemikiran yang buruk.

Untuk adik-adik TPA, di Gatak, mungkin tak banyak hal yang kami berikan kepada adik adik semua, namun kami berharap dari sedikit yang kami berikan itu ada pelajaran atau ilmu baru yang bermanfaat untuk kehidupan masa depan adik-adik. Ada sedikit saja cahaya yang kami tularkan kepada adik adik, sehingga suatu hari kami bisa melihat adik adik  menjadi bintang-bintang lain di sudut lain negara ini. Suat hari adik-adik ini bisa menjadi pengganti generasi generasi yang lebih baik dari generasi yang sekarang. Generasi yang membuat orang-orang disekitar menjadi gentar. Menjadi Bintang yang hanya bisa dipadamkan oleh berakhirnya kehidupan. Dan yang paling penting, menjadi orang orang yang senantiasa menularkan kebaikan melanjutkan perjuangan perjuangan kami.

Go Milis Go !🙂

Dan sungguh hanya Allah-lah yang bisa menentukan ini semua, inilah doa kami ya Allah…

Doa dari seseorang yang sangat khawatir dan gerah dengan kondisi negaranya

Doa dari seseorang yang berusaha berkontribusi untuk kejayaan agamanya

Dan jadikanlah kami semua orang orang yang istiqomah berjuang di jalan-Mu

Matikanlah kami dalam kondisi syahid memperjuangkan agama-Mu

salam spesial untuk adik-adik TPA di Gatak dimanapun kalian berada🙂

Love you all

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s