“Konsep Islam Tentang Manusia, Ilmu, Alam dan Allah”

Notulensi Kajian Islamic Worldview Pengurus MILIS

Rabu, 7 Maret 2012

 

Menurut Imam Al Ghazali:

“Ilmu adalah pengetahuan tentang sesuatu sebagaimana ia adanya”

Menurut Jurjani:

Keyakinan yang terguh yang sesuai dengan realitas. Berkata oara Hukama:

“(Ilmu) adalah sampainya gambaran sesuatu pada akal. Ilmu adalah tibanya diri pada makna sesuatu.”

 

Pada saat kita membacasuatu ilmu:

–           tertulis  => alquran,

muhkamat  -> tafsir

mutasyabihat -> tafsir/ta’wil

–          Tidak tertulis =>alam semesta

Muhkamat (pasti) : matahari lebih besar ukurannya dari bumi -> tafsir

Mutasyabihat: teori bigbang -> tafsir/ta’wil

Aktifitas kita mengkaji alquran sama posisinya dengan kuliah kita, asalkan niatnya beribadah kepada Allah. Allah “menampakkan” Diri-Nya melalui alam dan ayat.

Seorang saintis, jika melihat sebuah fenomena alam, maka akan timbul di dalam dirinya rasa syukur dan  dan doa keada Allah. Seperti saat hujan terjadi, Rosul mencontohkan kepada kita untuk berdoa karena pada saat hujan para malaikat turun ke bumi.

Niat adalah hal yang menentukan sebuah amalan itu ibadah atau bukan.

Atom, elektron, tubuh manusia, hewan, tumbuhan, bumi dan jagat raya ini tidak lain adalah tanda, simbol, dan alamat yang menunjukkan Pencipta dan Pemiliknya. Analogi orang yang meneliti alam sibuk dengan data dan fakta, tapi tidak memahami hakikat alam semesta itu sendiri. Seperti orang yang melihat rambu rambu dan mengaguminya, namun perintah dari rambu rambu tsb tidak dipatuhi

Seorang ilmuwan muslin harus merentangkan tujuan pencarian ilmunya pada pengenalan Allah (ma’rifatullah) dan beriman kepada-Nya.

Demikian juga mereka yang mempelajari fenomena alam dan social, ia tidak boleh semata mata bertujuan pada aspek duniawi. Hal inilah yang dimaksud dalam QS Ali Imran: 190

Ilmuwan muslim bertujuan:

–          Mengenal Allah

–          Beribadah

–          Menjadi khalifah di muka bumi

 

Kedudukan Ilmu (Sains) dalam Islam

–          Alquran memuat sekitar 750 kali “ilmu” beserta turunannya

–          Para ulama dan intelektual mencoba membuat definisi ilmu berdasarkan kata ilmu yang ada dalam alquran

QS Azzumar:9

Al Mujadalah:11

Alfatir: 28, orang yang tidak takut kepada Allah dia bukanlah ulama

Thaha:114

Ali imran: 79, orang yang rabbani bukan sekedar orang yang menyepi di mushola, tetapi yang berilmu banyak

“Barangsiapa yang mendatangi masjidku ini, yang dia tidak mendatanginya kecuali untuk kebaikan yang akan dipelajarinya atau diajarkannya, maka dia sekedudukan dengan mujahid di jalan Allah. Dan siapa yang datang untuk meksud selain itu, maka dia sekedudukan dengan seorang melihat barang perhiasan orang lain” (H.R Ibnu Majah dari Abu Hurairah

Sangat penting untuk mencari ilmu, karena bisa disandingkan dengan para mujahid. Berjihad melawan malas, kantuk, dll. Dan jihad yang sebenarnya pun, ke palestina misalnya, harus mengetahui ilmunya terlebih dahulu, dan bila dibayangkan tidak ada ahli ilmu utnuk menafsirkan alquran, maka berkuranglah amalnya. Maka dari itu sangat penting menuntut ilmu

Ulama dan pewaris Nabi sebenarnya hanya mewariskan ilmu kepada kita. Maka ambillah sebanyak banyaknya warisan nabi tersebut

Ilmu itu barang yang hilang dari seorang muslim. Setiap ilmu itu asalnya dari Allah. Walaupun penyampai ilmu itu nonmuslim, tetap kita boleh mengambil ilmu dari siapapun itu

“ Tuntutlah ilmu, sebab menuntutnya untuk mencari keridhoan Allah adalah ibadah, mengetahuinya adalah khasyah, mengkajinya adalah jihad, mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah sedekah dan mendiskusikannya adalah tasbih. Dengan ilmu, Allah diketahui dan disembah, dan dengan ilmu pulalah diagungkang dan ditauhidkan. “ Muadz bin Jabal

Tujuan mencari ilmu:

–          Memahami agama dan mengenal Allah

–          Melaksanakan kesempurnaan tugas menjadi khalifah dan hamba Allah

Para ulama melarang pencarian ilmu untuk tujuan duniawi

Ibn Hazm (maratib al-ulum dan al-akhlaq wa syiar):

–          Mengkritik orang yang mencari ilmu untuk harta, seperti pengorbanan besar utnuk tujuan yang tidak ada nilainya

–          Harta bisa dicari dengan cara yang lebih mudah. Dan ia telah dzalim dengan memperlakukan derajat ilmu.

Kita senantiasa selalu perbaharui niat kita, agar senantiasa berorientasi kepada Allah

Ibnu Mas’ud berkata:

“Janganlah kalian mempelajariilmu karena tiga hal:

1. Dalam rangka debat kusir dengan orang orang bodoh

2. Untuk mendebat para ulama

3. Memalingkan wajah wajah manusia ke arah kalian.

Carilah apa yang ada di sisi Allah Subhanallahu Wa ta’ala dengan ucapan dan perbuatan kalian.

 

Ilmu itu ibarat seperti Padi, semakin berisi semakin merunduk……

Jadi ayo!!! jangan takut dan segan mencari ilmu, karena begitu tingginya derajat mencari ilmu bila dibandingkan dengan ibadah yang lain😀

Semangat Mencari Ilmu …. !

One thought on ““Konsep Islam Tentang Manusia, Ilmu, Alam dan Allah”

  1. You post interesting articles here. Your blog deserves much more visitors.
    It can go viral if you give it initial boost,
    i know very useful service that can help you, simply search in google:
    svetsern traffic tips

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s