Renungan Ramadhan (2)| Senandung Orang-Orang yang Berpuasa

Orang -orang yang berpuasa mempunyai lagu-lagu khusus, nyanyian yang dihormati dan senandung abadi. Orang-orang yang berpuasa adalah yang paling banyak berdzikir kepada Allah, paling banyak bertasbih, bertahlil, bertakbir dan beristighfar. Bila siang terasa panjang bagi orang orang yang berpuasa, mereka memendekkannya dengan berdzikir, bila didera lapar, dzikir yang menghilangkan panasnya lapar. Dzikir mereka memperoleh kenikmatan dan tasbih mereka beroleh kebahagiaan. Mereka mengingat Allah, maka Allah oun mengingta mereka.

” Karena itu, ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku ingat pula kepadamu.” (Al Baqarah:152)

 

Orang-orang yang berpuasa dengan bersungguh-sungguh hatinya akan tentram degan mengingat Allah, ruhnya akan merasakan kebahagiaan dengan cinta kepada Allah dan jiwanya merasa tenang dengan kerinduan kepada Allah.

“Perumpamaan orang yang mengingat Tuhannya dan yang tidak mengingat adalah seperti orang yang hidup dan orang yang mati”

Berapa banyak orang yang ‘mati’ padahal ia hidup di dunia, makan, bergembira dan membusung dada, tetapi dia tidak memahami kehidupan selamanya.

Orang yang berpuasa memang termasuk mansia yang paling unggul kepada kebaikan, cepat ke surga, dan jauh dari neraka. Buku catatannya sarat dengan kebaikan, maka kita layak mengucapkan selamat kepadanya.

Bila orang yang berpaling dari mengingat Allah, mereka akan diselimuti dan didera kesedihan berturut-turut. Sesungguhnya mereka punya obat,tetapi mereka tidak meminumnya, mereka punya terapi tetapi tidak mengetahuinya.

“Ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati akan tentram” (Ar-Ra’ad:30)

“Maukah kalian aku beritahukan amalmu yang terbaik dan tersuci berkenaan dengan hartamu, lebih baik bagimu dari menafkahkan emas dan uang (di jalan Allah), lebih baik bagimu daripada bertemu dengan musuh kemudian kau tebas lehernya dan mereka tebas lehermu? Para sahabat menjawab ‘Tentu saja ya Rasulullah’.  Rasulullah bersabda, ‘Dzikrullah’ “

Orang yang mengingat Allah mengisi hari harinya dengan kalimat-kalimat yang teramat mahal nilainya ini agar kelak pada hari Kiamat ia mendapatkannya sebagai cahaya keceriaan dan kegembiraan.

Orang yang mendawamkan suatu amal baik akan memperoleh nilai umur dan nilai waktu

detak hati berkata kepada manusia

sungguh kehidupan hanyalah menit dan detik

oleh karena itu ingatlah kematian sebelum tiba kematian

sungguh bagi manusia mengingat kematian adalah umur kedua

Ya Allah, kembalikanlah Ramadhan kepada kami dalam hari-hari yang banyak, dalma tahun-tahun yang panjang, dalam busana kebaikan, dan perbaruilah selalu taubat kami.

Diambil dari buku ’30 Renungan Ramadhan’  hasil terjemahan karya DR. ‘Aidh Abdullah Al-Qarni, penerbit: Pustaka Al-Kautsar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s