Sahur Keluarga Kami

Amalan bulan Ramadhan yang penting salah satunya adalah Sahur. Begitu pentingnya sampai Rasulullah SAW juga bersabda mengenai keutamaan sahur. 

“Sahur adalah makanan berkah, maka jangan kalian tinggalkan walaupun hanya meneguk seteguk air, karena Allah dan para malaikat bershalawat atas orang-orang yang bersahur” (HR Ibnu Syaibah dan Ahmad).

Namun kali ini saya bukan ingin membahas keutamaan sahur berdasarkan ilmu fiqih, namun hanya ingin berbagi tentang cerita sahur keluarga kami. 

Di bulan Ramadhan, sahur terasa lebih berkesan *Alhamdulillahirabbil’alamin* karena tahun ini kami masih diberi kesempatan sahur bersama dengan kondisi fullteam. Ada sensasi tersendiri saat sahur dengan keluarga di rumah. Tentu saja karena lebih ramai dan disertai obrolan kecil beserta tawa canda. Entah sampai kapan kami masih bisa sahur bersama sama seperti ini, mungkin kedepannya akan ada masa dimana tidak fullteam lagi dikarenakan beberapa hal. Maka dari itu pada dini hari tadi saya bersyukur kepada Allah, atas kesehatan dan kesempatan yang diberikan kepada keluarga kami. 

Pada waktu yang berkah tersebut, kadang kami menyempatkan makan sambil menonton acara TV. Acara favorit kami adalah serial TV ‘Para Pencari Tuhan’ yang di tahun ini sudah sampai pada sesi 7. Sudah cukup lama juga ya berarti 7 tahun tayang setiap bulan Ramadhan. Sinetron ini cukup banyak menyimpan makna dan pesan moral, dan patut ditonton masyarakat *menurut saya*. Sayangnya semakin kesini, menurut saya ceritanya semakin rumit dan selama penayangannya diselingi kuis berhadiah yang menurut saya sedikit mengganggu serunya alur cerita, kadang bosan melihat isi kuis tersebut, karena terkadang isinya sedikit ‘geje’ #maaf. Jadi untuk tahun ini sepertinya saya ingin menonton tayangan ulangnya saja, jadi ga diselingi kuis kuis itu hehe. Entah tahun depan masih ada atau tidak ya, karena produser film tersebut yaitu Deddy Mizwar sekarang ini sedang menjalankan tugasnya sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat. Mungkin beliau akan sangat sibuk bekerja di Gedung Sate. 

Di beberapa stasiun TV lain terdapat acara – acara pengisi waktu sahur pula. Dan anehnya kebanyakan dari acara acara tersebut dibalut dengan suasana komedi. Bukan berarti salah, namun terkadang saya berpikir bahwa sayang sekali menonton acara yang hanya berisi ketawa ketiwi di waktu yang penuh keberkahan seperti saat sahur. Mungkin tujuan mereka membuat acara tersebut ingin menghibur pemirsa di rumah yang belum terbiasa bangun sebelum subuh, sehingga mereka tidak akan merasa ngantuk saat sahur, maka dirancanglah tontonan sahur yang berisi komedi. 

Beberapa tahun lalu saat saya masih SMA, sempat mamah bangun kesiangan dan walhasil kami sekeluarga juga ikut kesiangan. Ini lucu juga, karena kesannya kami sangat bergantung pada mamah dalam hal bangun sahur, padahal biasanya Baba (panggilan untuk Ayah saya) juga bangun cepat, tapi entah kenapa pada hari itu semua orang bangun terlambat. Kami hanya sempat makan mie instan dan minum air putih sambil terburu-buru.🙂

Setelah hari itu, mamah memasang alarm dobel untuk berjaga – jaga agar tidak kesiangan lagi. Memang luar biasanya seorang ibu adalah beliau merasa bertanggung jawab pada kualitas gizi kami selama Bulan Ramadhan itu, hari hari setelahnya juga sih, he. Namun, pastinya menjadi seorang Ibu itu pahalanya gede banget ya. Bayangkan saja, ibu adalah orang pertama yang bangun, kemudian langsung mendidihkan air, menyiapkan makanan, membuat susu, dll dan jadi yang terakhir pula bersiap siap shalat subuh karena harus membereskan piring setelah sahur. Kadang bantuan saya dan adik saya juga sering ditolak, karena merasa itu semua sudah menjadi tugasnya sebagai ibu. Fiuuuhh, luar biasanya seorang ibu, pasti saya yakin Allah memberi pahala yang berlipat lipat pada mamah dan juga pada ibu ibu lain di luar sana yang melakukan hal yang sama🙂

Setelah sahur selesai, kami bersiap siap melaksanakan shalat Subuh. Baba siap siap pergi ke masjid dan kami bertiga (saya, mamah dan adik) shalat subuh di rumah. Setelah shalat Subuh biasanya kami tadarusan Alquran, ini juga hal yang membuat Ramadhan itu ngangenin parah, soalnya kalau bulan biasa jarang bisa tadarusan bersama, he. 

Di bulan Ramadhan tahun ini, saya bersyukur masih diberi kesempatan berkumpul, dalam kondisi yang baik. Maka saya-pun berdoa pada Allah agar keluarga kami tetap diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan selama bulan Ramadhan hingga menjemput hari Kemenangan nanti. Apapun masalah yang sedang melanda kami, apa itu kerjaan kantor lah, tugas liburan yang menumpuk, TA yang belum selesai, atau apapun itu, semoga keluarga kami tetap bisa bersama bahkan bersama sampai saat berkumpul kembali di Jannah-Nya kelak. Aamiin🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s