Romantisme Ramadhan di Masjid Salman ITB

Judulnya agak alay sih sebenernya, namun orang yang pernah datang langsung ke Masjid Salman di bulan Ramadhan mungkin akan setuju dengan pemilihan kata yang saya gunakan hehe *keukeuh alay.

Sebelumnya mungkin ada yang belum tahu dimana itu Masjid Salman. Jadi, Masjid Salman ITB adalah salah satu masjid di kota bandung, yang didirikan pada tahun 1963, alamatnya berada di Jalan Ganesha no. 7 berdekatan dengan kampus Institut Teknologi Bandung. Maka tidak aneh, jika Masjid Salman lebih sering disebut sebagai Masjid kampus. Bedanya dengan masjid masjid kampus lainnya, Masjid Salman dikelola oleh sebuah yayasan yang bernama Yayasa Pengurus Masjid (YPM) Salman ITB yang kebanyakan merupakan para dosen atau akademisi ITB.

Banyak hal yang menarik yang bisa dibahas mengenai Masjid Salman ini. Mungkin saya hanya akan bercerita dari sudut pandang saya sebagai seorang mahasiswa yang memang sering numpang beraktifitas di Masjid Salman. Pertama kali menginjak Masjid Salman di tahun 2009 lalu menjadi suatu kenangan tersendiri bagi saya, karena pada waktu itu saya sedang mengalami kegalauan memiliih universitas. Setelah ditolak PMDK Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), saya mulai enggan memilih UPI sebagai pilihan universitas di SNMPTN 2009, masih dendam kesumat ceritanya hehe. Setelahnya saya berpikir untuk memilih universitas lain yang mungkin lebih baik dari UPI, jadi suatu hari dimasa depan saya ingin UPI menyesal menolak saya jadi mahasiswanya (jeng jreng lebay mode on), dan di kemudian hari akhirnya saya sangat bersyukur karena ditolak ^^V. Kemudian Allah menggerakan saya untuk bisa bertemu dengan seorang kakak kelas SMA saya yang ternyata lulusan Fisika Teknik ITB. Beliau mengajak saya dan beberapa teman lain untuk berkeliling kampus di bandung, pada waktu itu kami berkeliling di ITB dan UPI. Tempat yang pertama kami kunjungi adalah ITB. Setelah berkeliling kampus sampailah waktu shalat dzuhur, dan kami pergi ke Masjid Salman untuk shalat Dzuhur.

Gambar

Pertama kali masuk kompleks daerah masjid, saya bertanya dimana masjidnya ya? Soalnya yang keliatan cuman bangunan seperti ruangan pendopo yang dominan terbuat dari kayu dengan bagian atapnya seperti mangkok segiempat, beberapa menit kemudian baru saya sadari bahwa itulah Masjid Salman. Saat masuk ke bangunan masjid, langsung terasa suasana sejuk, bahkan tanpa AC-pun. Sirkulasi udara yang baik, bahan bangunan yang terbuat dari kayu, dan yang menurut saya penting adalah tidak adanya tiang di dalam ruangan masjid, setiap komponen bangunannya membuat Masjid Salman sejuk, damai, dan membuat kenyamanan tersendiri untuk beribadah

Selain dari bangunannya yang unik, lingkungan sekitarnya juga menarik. Berada dalam lingkungan akademis kampus ITB, membuat aktifitas mahasiswa ITB Tak dapat terpisah jauh dengan Masjid Salman. Masjid Salman selain menjadi tempat untuk shalat, bisa juga menjadi alternatif tempat yang cozy untuk rapat, belajar, atau sekedar melepas penat setelah seharian berakitifitas di kampus. !. Setelah kunjungan kampus hari itu, akhirnya saya membulatkan tekad dan memberanikan diri untuk mendaftar ke ITB. Dengan harapan bahwa saya akan mendapat lingkungan yang baik dan sholeh, kalaupun saya tidak betah di kampus suatu hari nanti, saya bisa lari ke Masjid Salman untuk menenangkan diri dan pastinya saya bisa sholat disana tiap hari. Dan ternyata prasangka saya itu terbukti beberapa tahun setelahnya hehe. Memang ya, keputusan Allah itu akan sesuai dengan prasangka hamba-Nya.

Gambar

foto:http://aceh.tribunnews.com

Setiap hari Masjid Salman selalu didatangi jamaah baik itu mahasiswa, dosen, akademisi, atau yang sekedar lewat dalam perjalanan. Koridor koridor masjid biasanya dipenuhi dengan berbagai aktifitas mahasiswa, pernah suatu hari saya datang jam 6 pagi ke Masjid Salman, dan saya melihat pemandangan yang menarik, saya melihat koridor timur dan utara masjid Salman dipenuhi teman teman mahasiswa yang sedang rapat dan beridkusi, ada juga yang sedang menunggu sambil tilawah Alquran, ada juga yang sedang mentoring, dan perlu saya garis bawahi bahwa itu terjadi pukul 6 pagi!.

Gambar

Foto: salmanitb.com

Di bulan Ramadhan Masjid Salman lebih memukau lagi. Jumlah jamaah melunjak, setiap waktu shalat pasti dipenuhi jamaah yang akan shalat berjamaah. Kadang rasanya seperti mengantri sembako saat mengantri untuk wudhu, tapi saya sadar bahwa ini Masjid kawan kawan, bahagia rasanya melihat penuhnya Masjid di waktu waktu shalat tersebut. Masjid Salman biasanya mengadakan berbagai kegiatan ekstra pada bulan Ramadhan, yang diselenggarakan oleh Panitia Pelaksana Program Ramadhan (P3R). Setiap tahun P3R ini mengalami kemajuan kemajuan baik dalam segi konten acara, teknik pelaksanaan maupun kualitas SDM panitia. Berbagai acara diselenggarakan untuk memeriahkan dan mengondisikan Ramadhan untuk para Jamaah mulai dari Shalat Tarawih berjamaah, tausiyah  menjelang berbuka, seminar Nasional/Internasional, bakti sosial, I’tikaf, dll .

Gambar

foto: salmanitb.com

Salah satu proker  P3R sejak dahulu ada adalah pembagian ta’jil gratis untuk jamaah saat berbuka. Sejak tahun 2010/1432 H program tersebut mengalami kemajuan dengan membagikan makanan berat, dan tidak tanggung tanggung bahwa porsi yang diberikan kepada jamaah adalah 1000 porsi, Subhanallah. Bahkan pada tahun ini porsi yang dibagikan kepada jamaah mencapai 1434 porsi, sesuai dengan tahun pelaksanaan ceritanya. Dan semua ini GRATIS TIS TIS TIS…!!! Tentu saja hal ini membawa angin segar bagi para mahasiswa yang sedang dalam masa penghematan uang bulanan dan program diet jajanan hehe.  Pada waktu magrib saat berbuka, orang orang biasanya berkumpul memenuhi koridor masjid dan lapangan rumput di bawah menara Masjid Salman. Semua orang harap harap cemas menunggu adzan Magrib yang akan segera dilantunkan Muadzin. Saat adzan Maghrib terdengar dari speaker masjid, semua orang tersenyum sambil menikmati teh manis hangat dan kurma yang juga dibagikan gratis oleh panitia. Sungguh, ini romantis parah menurut saya. Sambil menikmati tenggelamnya matahari di ufuk barat yang warna jingganya menembus sisi menara masjid, semua orang berkumpul dan bercengkrama, semua orang bersyukur atas kenikmatan Allah yang diberikan sampai hari itu. Setelah semua orang menikmati ta’jilnya, berbondong bondonglah mereka untuk shalat maghrib berjamaah.

Acara acara Ramadhan lain tidak kalah serunya pula, seperti tausiyah saat menjelang berbuka dan khotbah shalat tarawih, karena biasanya mendatangkan pemateri/khotib yang berkualitas mulai dari rektor, dosen, ulama besar, tokoh masyarakat bahkan Gubernur dan semuanya dibalut dengan tema yang variatif. Untuk shalat Tarawih berjamaah di Masjid Salman dilaksanakan 11 rakaat, dengan imam shalat yang tidak kalah kerennya. Ngomong ngomong tentang imam sholat ini, Masjid Salman selalu menjaga kualitas imam shalatnya, mulai dari kualitas suara imam, sampai hafalan Alqurannya, intinya yang jadi imam di Masjid Salman bukan orang sembarangan, melewati seleksi ketat, dan yang lebih keren lagi, bahwa imam shalat di Masjid Salman, kebanyakan adalah Mahasiswa ITB, yang notabene kuliah di fakultas sains, teknik atau seni, pelajaran agama hanya 2 sks selama 4 tahun, dan materi keagamaan hanya diselenggarakan di unit kampus. Subhanallah.

Dan favorit saya tentang masjid Salman adalah mengenai rapatnya shaf dan teraturnya jamaah. Hal ini bukan hanya terjadi di bulan Ramadhan, tapi setiap hari, dan ini jarang saya temukan di masjid masjid lain. Imam shalat bahkan biasanya menunggu sampai yakin semua shaf jamaah lurus dan rapat. Saat adzan berkumandang, Jamaah yang berada di sekitar masjid juga selalu diingatkan untuk mengehentikan aktifitasnya terlebih dahulu dan bersegera melaksanakan shalat berjamaah. Untuk hal ini yang sepertinya terlihat sepele, pada kenyataannya bukanlah hal yang mudah, dan tentu saja pahlawannya adalah Bu Idar dan Mba Rini untuk daerah akhwat, kalau yang ikhwan saya ga kenal hehe. Kedua orang ini adalah penjaga masjid yang bertugas mengurus masjid dan salah satu tugasnya adalah mengatur shaf jamaah. Saya katakan tidak mudah karena saya melihat sendiri beliau berdua ini dengan ketegasannya mengatur  shaff jamaah dengan berbagai tantangannya, mulai dari ibu ibu yang biasanya lebih ‘Males Gerak (Mager)’ dengan sajadahnya yang besar, atau ada anak kecil yang tiba tiba menangis, dll. Semua ini dilakukan beliau berdua selama 5 kali sehari setiap hari dengan kata kata yang khas, ‘punten, dirapatkan shaffnya mba’ ‘tolong merapat ke tengah neng’ ‘barang bawaannya disimpan di depan shaaf bu’, keren banget lah mereka. Dan memang himbauan untuk merapikan shaf ini selalu diingatkan sebelum memulai shalat berjamaah setiap hari 5 kali sehari, sampai saya hafal kalimat yang disampaikan imam.

‘Dimohon para jamaah untuk merapikan shaff, pastikan lurus dan rapat sampai sisi tangan dan ujung kaki menyentuh secara lunak jamaah di sebelahnya. Ujung jari kaki tepat berada di belakang garis yang terdapat di lantai. Untuk jamaah ikhwan dipenuhi bagian depan terlebih dahulu sedangkan untuk bagian akhwat diisi bagian belakang terlebih dahulu. Kesempurnaan shaff adalah ikhtiar untuk menyempurnakan shalat kita. Alat komunikasi harap dinonaktifkan agar tidak mengganggu kekhusyukan shalat dan barang bawaan disimpan di depan shaff masing masing agar terjaga kemanannya, Istawu sufufakum’

Mungkin saat membaca ini ada orang orang yang ga percaya, kalau di Masjid Salman masalah merapikan shaaf aja jadi hal yang seru. Bagi yang pernah datang ke Masjid Salman mungkin akan setuju dengan saya, kalau Masjid Salman adalah masjid yang unik, artistik, nyaman, dan akan membuat kita betah untuk beribadah disana. Nah daripada bingung atau ga percaya mending datang langsung ke Masjid Salman khususnya di  bulan Ramadhan ini, dan rasakan sendiri romantisnya Ramadhan dari berbagai kegiatan dan lingkungan di Masjid Salman ini. Ahlan wa Sahlan🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s