“Dream” versi Saya

Kreeek.. suara pintu terbuka, “Assalamu’alaikum warahmatullah”, seorang ibu berjilbab berumur 40 tahun memasuki sebuah kantor sambil mengucapkan salam pada seorang satpam yang membantu membukakan pintu untuknya. “Wa’alaikumsalam, nyalira wae bu? Teu sareng Bapak?” Tanya satpam tersebut dengan sopan. “muhun Pak, ieu Bapak mah nuju aya seminar di Bandung. Janten dongkap nyalira, tipayun Pak” balas ibu tersebut dengan ramah. Ia melanjutkan langkahnya ke lantai tiga menuju salah satu ruangan di kantor tersebut. Setelah menyapa beberapa pegawai yang ditemui, dia-pun masuk ke suatu ruangan yang cukup besar yang di dalamnya terdiri dari beberapa meja. Ada sekitar 20 meja di dalam ruangan itu dengan masing masing komputer di atasnya. Ibu itu pun duduk disalah satu kursi yang tertuliskan nama di meja tersebut.

 

Baru ia sendirian yang hadir di ruangan tersebut, ia tersenyum sambil melirik jam tangan ‘jadul’nya. Pukul 07.15, wajar saja kalau ia orang pertama yang datang ke ruangan itu, karena jam masuk kerja perusahaan tersebut adalah pukul 08.00. Setelah merapikan barang barang bawaannya ia memutuskan untuk keluar dari ruangan itu menuju lantai empat yang merupakan mushola kantor dan mendirikan shalat dhuha. Setelah shalat dhuha, ia sempat merenung dan memikirkan jalan jalan yang pernah ia lalui sampai saat ini. Saat ia dan suaminya berjuang untuk bisa mendirikan sebuah perusahaan yang cukup besar dan saat ini mulai melaju pesat dan telah menghasilkan berbagai karya penelitian yang bermanfaat untuk masyarakat. Kadang ia dan suaminya  harus keluar kota untuk mengisi acara seminar ataupun sekedar sharing dengan para mahasiswa atau pengusaha yang lain, namun khusus untuk di akhir pekan mereka pasti membawa anak anak mereka yang berjumlah 5 orang untuk pergi bersama ke acara tersebut. Ini mereka sebut, liburan mampang mumpung, mampang mumpung ngisi acara pulangnya bisa sambil jalan jalan. Anak – anaknya tidak merasa keberatan, karena ternyata walaupun sibuk mereka masih mendapat kasih sayang penuh dan perhatian darinya. Ia mengajarkan pada anak anaknya, bahwa ayah dan ibunya punya tugas lain selain berada di rumah, dan tugasnya untuk kebaikan orang lain, dan suatu hari anak anak tersebut juga akan menjadi penerus perjuangan ayah dan ibunya.

 

Perusahaan milik ia dan suaminya tersebut merupakan perusahaan yang bergerak di bidang instrumentasi medik. Perusahaan itu ia dirikan beserta suaminya dengan penuh pengorbanan dan air mata. 13 tahun yang lalu perusahaan itu didirikan dengan modal suatu keimanan kepada Allah atas rezeki dan karunia-Nya karena pada saat itu suaminya harus menjual seluruh aset yang pernah ia miliki untuk membangun perusahaan tersebut dengan tujuan ingin menjemput rezeki mereka lewat ikhtiar membangun perusahaan di bidang sains medik. Dan bukan hanya itu, mereka berdua memiliki satu impian besar, bahwa suatu hari saat Islam ditegakkan secara penuh di alam ini salah satu kontribusi perusahaan mereka adalah mencetak para saintis qurani yang beriman dan memiliki ketaqwaan kepada Allah, hafidz/ah, dan tentu saja menjadi pelopor pembangunan dan teknologi.

 

Perusahaan tersebut memiliki Visi dan Misi perusahaan yang merupakan cita cita besar pendirinya,

Visi Perusahaan:

Menjadi Lembaga Penelitian Sains Medik yang Berkontribusi untuk Tegaknya Agama Islam di Bumi Allah.

Misi perusahaan:

  1. Menjadi lembaga penelitian sains medik yang produktif dan kreatif  sebagai ikhtiar meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat
  2. Mencetak saintis qurani penghafal quran yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT
  3. Menjadikan Rasulullah SAW sebagai role model dalam setiap aktifitas pekerjaan perusahaan.

Visi dan misi ini yang menjadi pondasi berdirinya perusahan tersebut, dan menjadi impian besar pendiri perusahaan bahwa suatu hari dia, suaminya dan karyawan karyawannya merupakan umat yang ambil bagian dalam kemenangan Islam. Sehingga seluruh komponen di dalam kantor itu menyatu dan berusaha keras mencapai visi perusahaan, karena di awal kontrak kerja para karyawan telah diberikan pemahaman mengenai seluruh konsep perusahaan tersebut. Sehingga karyawan yang diterima di perusahaan tersebut adalah orang orang yang berkomitmen tinggi dan memiliki visi yang sama.

 

Perusahan ini merupakan penyedia alat alat medis dengan teknologi canggih hasil penelitian mahasiswa dan ilmuwan Indonesia yang telah diakui, diuji dan mendapatkan hak paten. Alat alat medis itu diantaranya alat pencitraan 4-D anatomi tubuh manusia, alat terapi penyakit mulai dari kanker, diabetes, kelainan jantung dan pembuluh darah, dll. Selain itu perusahaan tersebut juga menerima jasa pengetesan Quality Control untuk peralatan di Rumah sakit – Rumah sakit Indonesia. Selain bersifat komersil perusahaan ini juga berusaha berkontribusi kepada masyarakat Indoneisa, dengan salah satu kebijakan perusahaan yang menyatakan bahwa, bagi rumah sakit di daerah terpencil jasa pengontrolan alat akan bersifat gratis dan bahkan akan mendapatkan bantuan penuh dari dana perusahaan jika alat tersebut terbukti rusak.

 

Motor utama dari tim ini adalah sebuah tim yang terdiri dari 10 orang, yang tergabung dalam tim Research & Development (R&D). Tim ini adalah orang orang pilihan yang ahli di bidangnya masing masing dan bertugas melakukan berbagai penelitian sains medik, yang dengan kerja keras mereka selama 15 tahun terakhir telah menghasilkan berbagai karya ilmiah yang dapat diaplikasikan bagi kepentingan masyarakat. Kesepuluh orang ini adalah muslim asli orang Indonesia, yang memang telah berkomitmen untuk membangun negeri melalui penelitian yang dilakukan. Beberapa dari mereka telah menyelesaikan studi S3-nya, dan beberapa lagi baru saja menyelesaikan studi S-2 nya. Tim inti ini juga dibantu beberapa mahasiswa S1 yang sedang kerja praktik dan tugas akhir.

 

Beberapa hasil penelitian telah mendapat paten dari institusi institusi pemberi hak paten baik itu di Indonesia, maupun beberapa negara lain seperti Amerika dan Jerman. Selain itu, tim penelitian ini juga bekerja sama dengan universitas universitas di Eropa terutama Universitas Heidelberg di Jerman untuk pengembangan metode simulasi dan eksperimen yang dilakukan. Dana penelitian diperoleh dari keuntungan penjualan alat alat kesehatan, bantuan dana penelitian dari pemerintah dan hasil kerjasama dengan universitas di dalam negeri seperti ITB, UI dan UGM.

 

Gedung perusahaan terletak di Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang. Di sebelah gedung terdapat dua rumah. Satu rumah milik suami-istri pemilik perusahaan tersebut dan satu rumah lagi merupakan rumah orang tua dari pemilik perusahaan, kedua rumah itu bisa dibilang sangat sederhana untuk ukuran rumah pemilik perusahaan penelitian terbesar di Indonesia, rumah dengan gaya adat sunda ini hanya punya satu lantai dengan teras depan yang cukup luas, di ujung teras ada kursi panjang yang biasa dipakai untuk tiduran atau beristirahat. Di sekiling gedung perkantoran dikelilingi pohon rambutan, jambu air dan nanas sehingga menambah kesejukan diantara panasnya udara daerah Subang. Di daerah belakang gedung terdapat petak tanah dan pendopo dari kayu tempat biasanya para karyawan berkumpul jika ada acara kekeluargaan kantor, petak tanah tersebut cukup luas dengan adanya kolam ikan mujair dan tempat penangkaran lele milik bapak dari istri pendiri perusahaan

 

Gedung perusahaan itu sendiri menempati lahan seluas  5 Ha dengan 4 lantai. Desain gedung bergaya modern minimalis dengan perpaduan unsur alam seperti air dan tumbuh tumbuhan dengan didukung fentilasi yang baik sehingga tidak perlu pendingin ruangan sepanas apapun cuacanya. Desain gedung itu dirancang oleh sahabat pemilik perusahaan yang memang sama sama lulusan ITB. Lantai pertama gedung merupakan tempat para pegawai berinteraksi dengan konsumen.  Sedangkan lantai dua merupakan ruangan untuk para manajer dan staff untuk tim marketing, HRD, pelayanan masyarakat, dan Quality Control. Lantai tiga merupakan jantung dari perusahaan, tempat dimana tim R&D berada, disana ada ruangan kerja, ruangan rapat, dan beberapa laboratorium basah dan laboratorium kering. Ada dua laboratorium basah yaitu lab kimia dan lab biologi, sedangkan laboratorium kering berisi komputer super canggih dengan kekuatan server yang sangat baik. Server komputer merupakan bantuan dari sahabat pendiri perusahaan saat sedang kuliah doktoral di Jerman. Setiap ruangan di lantai memiliki kaligrafi ayat alquran dan juga ada beberapa tulisan motivasi sebagai penyemangat kerja. Sedangkan khusus di dinding penghubung  antara lantai satu dan dua dan penghubung antara lantai dua dan tiga terdapat papan besar yang menuliskan visi misi perusahaan.

 

Sedangkan untuk lantai 4, merupakan mushola bagi seluruh karyawan kantor. Mushola itu cukup besar dan mampu menampung seluruh karyawan untuk bisa shalat berjamaah. Mushola dirancang senyaman mungkin, bersih, wangi dengan lantainya yang terbuat dari kayu sehingga menambah kesejukan mushola tersebut. Di sekeliling dinding mushola terdapat kaligrafi asmaul husna yang begitu indah, berwarnakan tinta emas dengan background hitam yang merupakan karya tangan pengrajin dari sentra kerajinan tangan di Jelekong, Bandung. Mushola ini jauh berbeda dengan mushola di kantor kantor pada umumnya, karena di mushola ini setiap waktu shalat dipenuhi oleh para karyawan kantor. Kebijakan dari perusahaan, bahwa karyawan harus ikut shalat berjamaah di mushola ini tepat waktu kecuali beberapa orang saja yang khusus telah ditugaskan untuk menjaga barang. 5 menit sebelum adzan berkumandang, selalu ada pengumuman sebagai pengingat melalui audio mushola yang terhubung dengan seluruh ruangan di dalam kantor untuk segera menghentikan aktifitasnya dan bersiap untuk shalat berjamaah. Apapun yang sedang dilakukan di kantor tersebut, apa itu rapat atau transaksi jual beli apapun itu, saat adzan dikumandangkan maka seluruh karyawan akan berbondong bondong menuju mushola untuk shalat berjamaah.

 

Di sebelah mushola terdapat pantry yang cukup luas pula, tempat dimana karyawan berkumpul untuk makan siang setelah melaksanakan shalat dzuhur. Yang unik dari pantry ini adalah, tidak adanya kursi dan meja, yang ada hanya karpet warna hijau yang membentang luas memenuhi sisa ruangan. Karyawan yang akan makan tinggal mengambil makanan dari meja prasmanan yang ada di ujung ruangan pantry, di sebelahnya ada dispenser untuk mengambil air minum dan juga kulkas untuk mengambil air dingin atau ingin membuat sirup, kemudian mereka duduk lesehan membentuk lingkaran lingkaran kecil untuk makan bersama karyawan yang lain. Makanan disediakan oleh katering yang ditunjuk perusahaan sebagai penyedia makanan di kantor tersebut. Katering tersebut ternyata hasil pemberdayaan dari ibu ibu PKK di sekitar kantor tersebut sehingga walhasil makanan sunda lebih sering menjadi menu utama di pantry. Walaupun istri pendiri perusahaan itu kurang jago masak, tapi kadang kadang Ia melayani sendiri para karyawan saat mengambil makanan, hal itu tak membuatnya menjadi lebih hina, malah hal itu menjadi jalan keakraban pendiri perusahaan dengan para karyawan. Sehingga jika ada karyawan yang belum ia kenal, bisa sekalian berkenalan dan saling menyapa di tempat tersebut.

 

Walaupun menggunakan konsep islam yang sangat kental, tidak menjadi penghalang bagi karyawan dengan background agama yang seperti apapun, selama memenuhi persyaratan administratif, tes baca Alquran dan mengikuti wawancara maka siapapun dapat diterima. Terbukti dengan adanya keputusan ini, berebutan orang ingin menjadi bagian dari perusahaan ini, sehingga bagian SDM perusahaan melakukan seleksi yang cukup ketat karena belum bisa menampung seluruh pendaftar karyawan perusahaan.  Setelah dinyatakan diterima, setiap karyawan harus mematuhi peraturan peraturan perusahaan. Jam kerja perusahaan adalah Senin – Sabtu jam 08.00 – 16.00, hal ini disesuaikan agar karyawan perempuan yang sudah berumahtangga bisa pulang lebih awal dan menyiapkan kebutuhan bagi keluarganya. Khusus untuk hari sabtu, merupakan waktu upgrading karyawan, dimulai dari kajian agama, mentoring, dan upgrading skill keprofesionalitasan kerja. Pada hari itu pula, diperbolehkan membawa anggota keluarga ke kantor untuk mengikuti program upgradding bersama. Program ini disusun secara tematik dan terstruktur, dirancang oleh pemimpin perusahaan sendiri dan staff HRD untuk meningkatkan kapasitas para karyawan baik dalam bidang kajian agama maupun bidang kemampuan profesionalitas kerja.

 

Saat ibu itu masih merenung, tiba tiba ada suara perempuan muda dari arah belakang shaf “Assalamu’alaikum Bu, maaf sebelumnya. Ibu sudah ditunggu di ruang rapat” . Ibu itu pun meliirk jamnya, pukul 07.58. Dua menit lagi ia harus memimpin rapat rutin dengan para manajer, ternyata cukup lama juga ia duduk di mushola itu. “Kok tau saya disini?” tanya ibu itu sambil tersenyum. “Iya bu, saya tau, kalau jam segini, kalau ibu tidak ada di ruangan pasti sedang shalat dhuha disini” jawabnya dengan polos. “Ooh baiklah kalau begitu , terimakasih ya”. Kemudian ia menutup shalat dhuhanya dengan sebuah doa. Doa yang sama dengan saat 18 tahun lalu ia pernah berdoa, “Ya Allah biarkanlah hamba-Mu ini bermimpi besar. Biarkan hamba-Mu ini bermanfaat bagi orang banyak. Kuatkanlah keimanan hamba ini pada-Mu sebagai pondasi dari setiap mimpi hamba-Mu ini. Jadikanlah setiap langkah hamba ada dalam keridhoan-Mu. Pertemukanlah hamba dengan orang – orang yang dapat mewujudkan mimpiku. Jodohkanlah hamba dengan laki laki yang dapat menjadi imam bagi mimpi mimpi besar ini. Dan jadikanlah penerus penerus hamba lebih baik dari diri hamba ini. Aamiin” Kemudian Ia pun berdiri dan melangkah dengan semangat menuju ruang rapat, ia tersenyum, karena jalan perjuangannya masih panjang, dan ia sadari hanya akan berakhir saat ajal menjemput. Dengan setiap perjuangannya ini ia berharap bisa berjumpa dengan Rabb-nya suatu hari nanti. Aamiin >.<

Maka barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Rabb-nya, hendaklah dia beramal shalih dan janganlah menyekutukan Allāh dengan sesuatu apapun dalam beribadah kepada-Nya

(QS. Al Kahfi : 110)

 

Tulisan ini merupakan cerita fiktif belaka dan belum benar benar terjadi, namun insyaAllah suatu hari nanti penulis akan bisa membuka kembali tulisan ini dan membuktikan bahwa impian impian dalam tulisan ini dapat terwujud satu persatu. Aamiin

Inspirasi tulisan: buku “Dream” karya Ust. Yusuf Mansur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s