30 Hari Mencari Cinta (bag. 1)

Mood blogging itu sepertinya baru muncul saat tingkat melankolis sedang tinggi. Terakhir posting waktu masih jomblo dan masih hektik begini begitu sama kerja dan proyek penelitian. Ok mulai dari cerita mana yang mau ditulis ya, saking banyak yang ingin ditulis malah bingung. Dari sini aja kayaknya….

30 hari mencari cinta

Mei 2014 tanggal tepatnya lupa

“eh bentar lagi udah ramadhan ya gak kerasa, masih jomblo aja nih ka Siti. Ntar pasti ditanyain deh pas lebaran sama keluarga keluarga” ujar salah seorang teman magang saya saat entah kenapa tema tentang jodoh jodoh itu tiba tiba muncul dalam obrolan dan candaan.

“wehehehe iya ya,ikut program 30 hari mencari cinta aja gitu ya” nyengir nyengir ga jelas padahal pengen bilang “sakitnya tuh disini” *sambil nunjuk dada dengan muka melas”

Awal Ramadhan 1435 H / Juni 2014, Malam hari ba’da shalat tarawih di suatu ruangan yang remang remang

“klik” *nyalain tv*

“klak klik klak klik” *cari cari saluran tv yang mengena di hati

“bag big bug kresek krisuk kresok” *cari posisi duduk lesehan yang nyaman lalu buka bungkus makanan*

Lagi anteng anteng nonton sambil makan atau mungkin makan sambil nonton, lewatlah sesosok bayangan hitam dan tiba tiba lampu besar menyala hingga teranglah seluruh ruangan pantry kantor itu.

“sendirian?” tiba tiba sosok bayangan hitam itu terlihat sedang berdiri dan berusaha menyapa

“eh iya pak” *masih syok*

Dalam hati: memangnya saya keliatan lagi bareng sama siapa pak? Semoga bapaknya bukan lagi liat penampakan makhluk lain atau semacamnya di ruangan itu selain saya

“makan pak….” *berusaha mencairkan suasana dengan basa basi menawari makanan*

“iya silahkan” *sosok tersebut berjalan cepat meningalkan ruangan*

*fiuuuuuh*

Bapak CEO perusahaan sekaligus direktur penelitian di tempat saya bekerja memang terkenal suka begadang dan pulang malam hari. Ternyata hari itu beliau hanya lewat dari ruangannya menuju parkiran kantor.

Jadi inti cerita ini apaan sit?

Hehe bingung ya…

Inti cerita ini adalah pada saat itu saya dalam kondisi kesepian dan kegalauan tingkat tinggi, awal bulan ramadhan, malem malem, abis tarawih malah nongkrong di pantry kantor, sendirian, kelaperan karena baru nemu makanan berat, berniat nginep di kantor beresin kerjaan, bukannya pulang kumpul keluarga atau istirahat biar besok sahur dan bisa ibadah dengan lebih baik lagi. Abisnya temen kosan juga yang satu, lagi beresin skripsi di Yogyakarta, yang satu lagi pulangnya biasanya malem banget karena lagi prosesn Manajemen Training kerja di salah satu minimarket ternama. Ga ada semangat pulang kosan mending juga di kantor, full ac dan internet hehe

Sepertinya becandaan 30 hari mencari cinta yang dulu itu harus segera digalakan kembali *tarik nafas dalam dalam* *berdoa*

Flashback bentar, Tengah Januari 2014, 05.00 am

“klik” *tanda pesan terkirim di apilikasi gmail pada layar monitor laptop muncul

*tarik nafas hembuskan nafas*

Lalu saya coba ketik sebuah pesan pada salah satu kontak whatsApp bernama Mr. “Ibu, saya sudah kirim proposal saya ke email ibu yang *****************@gmail.com, mohon bantuannya. Terima kasih banyak sebelumnya”

“enter” *tak lama kemudian tanda double checklist muncul di pesan tersebut

“Mr. typing……..” *deg degan*

“tuing tuing” *suara notifikasi pesan whatsApp muncul. Saya baca sambil bernafas dalam dalam

“baik Siti, Insyaa Allah ibu coba bantu semaksimal mungkin. Jangan lupa terus lanjutkan istikharah dan ihtiarnya ya. Perlu ibu ingatkan kalau selama proses ini bisa jadi sebentar, satu minggu, satu bulan bahkan ada yang bertahun tahun. Ibu harap Siti bisa bersabar dan terus mempersiapkan diri untuk kondisi apapun kedepannya. Semoga Allah berikan jodoh terbaik untuk Siti di waktu yang paling tepat”

Saya bergegas menutup hp dan bergegas siap siap ngantor lagi daripada melow melow sendirian di kosan.

Satu minggu berlalu, belum ada kabar

Satu bulan berlalu, masih belum ada kabar

Tiga bulan berlalu, masih juga belum ada kabar

Mulai menyerah, mungkin memang bukan jalan ikhtiarnya pake proposal proposal begituan. “Coba ikhtiar pake cara tradisional aja kali ya” *berkata dalam hati*

Empat bulan berlalu, udah lupa pernah ngirim email begituan. Mulai teralihkan dengan mulai hektiknya kerjaan di kantor.

Sampai ada kabar dari atasan bahwa saya bisa dipromosikan untuk jadi pegawai tetap di tempat saya bekerja tersebut, itu artinya saya akan terikat kontrak dan kemungkinan masih harus tinggal di tangerang dalam minimal waktu satu sampai dua tahun *tarik napas* *galau*

Lima bulan berlalu

Enam bulan berlalu dan Ramadhan pun tiba

Malam lebaran 1435 H /27 Juli 2014

“tuing tuing” *ada notifikasi dari pesan di whatsApp muncul di layar hp

Dengan santai saya baca, palingan juga ucapan selamat hari lebaran minal aidin walfaidin atau sejenisnya.

“Siti apa kabar? Semoga selalu dalam lindungan Allah. Mohon maaf lahir batin atas kesalahan kesalahan selama ini. Ibu mau tanya apa sekarang siti sedang dalam proses menuju pernikahan, selain dari proposal yang dulu siti kirim ke ibu?”

*syok, pesan dari Mr. *

“Alhamdulillah baik ibu, ibu bagaimana kabarnya? Saya juga mohon maaf lahir batin ya bu. Kalau sekarang tidak sedang proses dengan siapa siapa bu. Memang ada apa ya bu kalau boleh saya tau?” *pura pura kalem dan lupa kalau dulu pernah ngirim proposal nikah.

“ Alhamdulillah ibu baik juga. Mau mengabari kalau sekarang proposal siti sedang dipelajari oleh seorang ikhwan tapi bukan anak ITB, sekarang beliau kerja di NHI Bandung, dulunya S2 ekonomi Unpad. Kalau siti berkenan, ibu akan kirim proposal ikhwan tersebut ke email siti”

*dalam hati berkata, emang kenapa kalau bukan anak ITB hehe*

“oh iya baik bu, kirim ke email saya yang sinu.uneh@gmail saja bu” *masih berusaha sok cool*

“terima kasih siti, tapi mohon maaf sepertinya baru besok ibu kirim karena sekarang sedang perjalanan mudik ke Semarang”

“iya tidak apa apa bu, terima kasih sebelumnya, hati hati dalam perjalanan mudiknya” *udah ga nahan sok cool*

*guling guling roll depan roll belakang, pusiing pala berbiiiii*

Keesokan harinya

“tuing tuing” *notifikasi email masuk *deg degan lagi* *pura pura cool soalnya lagi kumpul keluarga besar di rumah emang * *aaaaaargggh, pengen teriak tapi ga bisa*

Karena hp tak memungkinkan baca file word, saya hanya baca pesan di email tersebut dan attatchment nya saya berusaha abaikan. Hanya terlihat judul file nya saja bertuliskan “proposal suteja”

“Ybh siti aslm, berikut data dari al akh silakan untuk dipelajari, untuk foto diri ybs sdg dimintakan. Smg rizki dan perlindungan terbaik dr Allah Swt senantiasa bg siti dan kita semua. Mari kita niatkn ikhtiar ini sbg ibadah, kita ikhlaskan hasilnya apapun itu kpd Nya.

Salam”

*pengen pulaaaaaaaaaang terus buka laptop* *aaaaargh*

Bersambung

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s